Artikel ini adalah artikel karya teman
terbaikku,
Sengaja aku menulisnya kembali,,karena aku
suka terhadap kata-kata yang tertulis didalamnya,
Dan separuh juga menceritakan tentang
dirinya,,
Terimakasih teman,,
Waktunya
Berkarya
Waktu
berkarya bukanlah diwaktu senja, berkarya dimulai sejak matahari terbit, saat
hari baru mulai menjadi harapan setiap orang didunia, selayaknya orang yang
duduk diatas kursi goyangnya yang memandangi kemana anak kecil memandang
dunianya. Memandang dengan tatapan sejuk, penuh harapan. Anak itu bergerak
lincah, ulet dan agresif, membawa anak itu gesit saat dewasa.
Masa
kanak-kanak adalah kertas putih yang tiada bergambar, potensi yang dimilki
setiap anak juga bergantung pada masa kecilnya, ia menyukai music dan ingin
mendalaminya karena ia sudah dikenalkan musik sejak dini, juga dengan pelukis,
ia dikenalkan dengan cara menggambar hingga ia berani untuk mendalaminya. Tapi,
justru fitrah anak-anak sekarang dikaburkan matanya dan dibelokkan, mereka
asyik beralusinasi dan memandang kenikmatan duniawi saja, tanpa berpikir
sesuatu yang ada dalam dirinya, semangat dan spirit anak-anak akhirnya terkuras
habis.
Spirit
bisa ditingkatkan saat kita melihat fenomena alam yang nyata, dan bukan ilusi
belaka, spirit, semangat dan ruuh sangat berpengaruh bagi tubuh kita. Memang dunia adalah fana, karena semuanya
akan berakhir, bukan fatamorgana yang tiada berasa. Siapakah diri kita? Untuk siapa kita berkarya?
Apa yang telah kita persembahkan?

Komentar
Posting Komentar