MARAKNYA PEMIKIRAN ORIENTALIS DI
KALANGAN MUSLIM
Secara Etimologis Orientalis berasal dari bahasa latin, Orient yang
berarti Timur, Secara etimologi orientalisme berasal dari bahasa latin orient
yang artinya mempelajari dan mencari sesuatu, kemudian digunakan dalam bahasa
Prancis menjadi orienter yang bermakna menunjukan atau mengarahkan dan dalam
bahasa jerman menjadi Sich Orientiern yang bermaksud mengumpulkan maklumat dan
pengetahuan, (Ahmad
Sumargono, 1999)
Dalam bahasa Inggris kata
orient tidak dirubah dari asal katanya yang asli tapi maknanya berubah menjadi
lebih spesifik kepada letak geografis yaitu Asia Timur
Kata orient ini berubah menjadi istilah Orientalisme di dunia Eropa
sebagai studi kajian tentang dunia Timur. Menurut Al Berry salah satu anggota
gereja Yunani bahwa istilah orientalisme ini muncul pada tahun 1638 M. Kemudia
pada tahun 1691 Antony Wood dan Samuel Clarke mengistilahkan orientalisme
sebagai pengetahuan tentang keTimuran. Kemudian istilah ini mencul di Prancis
Orienter pada tahun 1799, di ikuti inggris menjadi Orientalism pada tahun
1838[3]. Sehingga istilah orientalisme ini menjadi istilah yang mapan dan
berkembang di Di dunia Barat-Eropa pada abad ke-18 M.
Secara terminology, orientalisme adalah suatu istilah yang artinya
mengetahui segala yang berhubungan dengan bangsa Timur. Kata orientalisme ini
digunakan bagi setiap cendikawan Barat yang bekerja untuk mempelajari masalah
keTimuran, baik di bidang bahasa, etika, peradaban, dan agamanya.[4] Ilmuwan
yang khusus mengkaji dunia Timur dalam istilah Barat disebut Orientalis yang
artinya A person Who Studies the language, Art, Etc. of oriental Countries.[5]
Orientalisme sebagai gerakan keilmuan yang mana subjeknya adalah
orang orang barat dan eropa, karena pada zaman dahulu yang mana mereka adalah
orang-orang yang datang di daulah islamiyah khususnya didaerah Andalusia, dan
yang menjadi objek adalah islam dan orang muslim.
Pada saat ini kebanyakan dari para orang barat berlomba-lomba untuk
memahami tentang ketimuran, karena bagi mereka, yakni para kaum misionaris pemahaman itu adalah
sebagai salah satu cara mereka untuk
menghancurkan kaum timur secara perlahan. Karena ketika dunia telah dikuasai
oleh para orientalis maka dengan mudahnya mereka menjatuhkan kaum timur,
khususnya islam. Dan saat ini banyak
sekali karya karya tulis ilmiah ataupun buku-buku yang mana pemahamannya
berdasarkan pemahaman orientalis, dan pemahaman ini terkadang kita tidak sadari
yang mana pada ujungnya akan berpengaruh pada ideology. Ketika ideology seseorang
telah terpengaruhi oleh pemahaman yang salah, maka sulit bagi kita untuk
meluruskannya kembali.
Maraknya para orientalis pada zaman sekarang menyebabkan penyebaran
pemahaman liberalism, sekularisme, pluralism dan pemahaman lainnya berkembang
engan cepat, dan pada saat ini perkembangan pemikiran tersebut telah masuk
dalam beberapa ideology orang Indonesia. Dan ini adalah salah satu tantangan
bagi kita sebagai umat muslim, yakni bagaimana cara kita untuk membentengi
aqidah kita dengan pemahaman yang benar.
Hasil dari orientalisme itu sangat mempengaruhi dunia, dalam satu
sisi ada baiknya dan pada sisi lain terdapat sesuatu yang kurang memuaskan bagi
akhlak dan moral, ditandai dengan
turunnya akhlak dan moral bangsa.
Para kaum orientalis, khususnya orang barat berusaha menguasai
islam dengan cara mengambil beberapa pemikiran serta keilmuan dan hal hal yang
berkenaan dengan islam kemudian mereka bawa ke Negara mereka untuk dipelajari,
kenapa? Karena pada saat itu barat mengalami era kegelapan atau yang biasa kita dengar dengan sebutan “dark
age”, yang mana pada saat itu orang barat tidak menerima dan sudah bosan
atas dogma-dogma yang dikeluarkan oleh gereja, karena menurut mereka hal itu
cenderung memojokkan imajinasi ilmuwan, dan
mereka para ilmuwan yang tidak setuju atas dogma gereja merasa
tersudutkan sehingga sebagian dari mereka tidak mau mengikuti ajaran gereja dan
memilih keluar.
Dan saat setelah mereka kembali ke tanah mereka, barat pun melirik islam yang telah maju dan
berkembang, mereka pun tahu bahwasanya islam sebagai agama pencerah, akhirnya
karena mereka telah mendalami islam dan mengetahui inti islam serta kebudayaan
islam, akhirnya muncullah gerakan gerakan yang mana mereka ingin menggantikan
posisi islam yang pada awalnya memimpin dunia digantikan oleh mereka. Kemudian
tercetuslah gerakan yang membawa pencerahan, yang mana pada masa ini terkenal
sebagai masa pencerahan atau renainsence.
Pada masa saat ini, kebanyakan dasar pemikiran manusia, khususnya
kaum muslim telah terkontaminasi dengan pemikiran barat, yang cenderung
liberal, sekuler dan pluralis serta bermacam landasan serta ideology lainnya.
Memang bukan hal yang mudah pada saat ini untuk merekonstruksi ulang pada
pemikiran aslinya, karena semuanya telah melekat pada jiwa mereka bahkan telah
menjadi landasan utama bagi mereka. Dan tantangan besar para kaum muslim saat
ini adalah bagaimana menyadarkan para manusia untuk kembali pada pemikiran yang
sesungguhnya, yang sesuai landasan yang benar, jelas dan terarah, bukan hanya
sekedar mengikuti tanpa memahami apa arti dan maksud tujuan pemikiran tersebut.
Nyatanya, pada era teknologi serba maju saat ini, masih ada
beberapa masyarakat minoritas yang tinggal jauh dari kemodernan, mereka yang
masih memegang teguh adat tradisi hingga tidak menerima adanya
perkembangan-perkembangan maju, seharusnya, ketika dunia telah maju jauh
melampaui kemodernan, tidak seharusnya kita menemui masyarkat minoritas yang
jauh dari keterbelakangan. Maka dari itu, sebagai generasi muslim layaknya kita
harus mengetahui tentang perkembangan pemikiran saat ini, harus lebih
mengkritisi, tidak hanya selalu menerima.
Komentar
Posting Komentar