Zikir
adalah Jalan Terdekat Menuju Allah
Janganlah
kau meninggalkan zikir (mengingat Allah) hanya karena ketidakhadiran
hatimu dihadapan Allah saat berdzikir! Kelalaianmu dari dzikir kepada-Nya
lebih buruk daripada kelalaianmu disaat berdzikir kepada-Nya. Semoga
Allah berkenan mengangkatmu dari dzikir yang disertai kesadaran; dari dzikir
yang disertai hadirnya hati menuju zikir yang mengabaikan selain yang diingat (Allah).
-
Ibnu Athailah al-Iskandari-
Dan yang demikian itu
sekali-kali tidak sukar bagi Allah.. (Q.S Ibrahim:20)
Dalam setiap kehidupan, pasti setiap manusia memiliki
tempat atau sandaran untuk menguatkan iman serta aqidahnya, tempat sandarannya
atau tempat kembalinya tak lain adalah agama. Karena Agama sangat mempengaruhi
kondisi jiwa atau bathin suatu individu. Seseorang bisa memiliki kepribadian
yang baik jika aqidah atau imannya pun baik, namun jika aqidah atau iman
seseorang itu tidak baik, maka hal inilah yang membawanya pada kepribadian yang
buruk.
Pada saat ini, banyak sekali problematika yang kita
temukan berasal dari kegelisahan seorang individu terhadap jiwanya, baik dari
lahiriyah maupun bathiniah. Dan pada keadaan ini pulalah seseorang akhirnya
akan merasa bahwa adanya agama pada jiwa itu sangat penting, karena agama
jugalah yang membawa individu tersebut pada jalan yang benar. Agama pun juga
tak bisa lepas dari kehidupan manusia, karena ia menjadi dasar pokok atas jiwa
manusia.
Amal terbaik adalah amal yang terbebas dari
factor-faktor yang membuat sebuah amal tidak diterima, dan cenderung bersifat
duniawi. Amal yang lebih baik lagi adalah amal yang dikerjakan dengan hati dan
senantiasa hadir dihadapan Allah dan tidak peduli dengan bisikan-bisikan
syaitan. Dan juga terdapat amal yang tidak kita sadari, dimana amal yang kita
yakini saat itu dibimbing dan dilakukan oleh Allah. Tanpa Allah, niscaya amal
itu tidak akan kita lakukan. Salah satu amal terbaik disini adalah dzikir. Dzikir
merupakan salah satu amalan yang memiliki pengaruh besar pada hidup seseorang.
Terkadang sebagian orang merasakan kehampaan dalam dirinya, jiwanya terasa
kosong, bahkan terkadang antara hati dan pikiran pun tidak bisa menyatu, karena
seseorang itu sedang jauh dari tuhannya, Allah. Karena sebaik-baik amal adalah
amal yang dihasilkan dari sebaik-baiknya keadaan bathin, dan sebaikbaiknya
keadaan adalah saat kita selalu berusaha untuk mengingat Allah. Dan sifat-sifat
terpuji pun biasanya tidak tumbuh kecuali dari banyaknya dzikir.
Jika kita selalu menghadirkan Allah dalam setiap hari
kita, dalam semua amalan kita, maka kita pun tidak akan merasakan kehampaan,
kekosongan dalam jiwa bahkan tidak adanya kesatuan antara hati dan pikiran.
Semua amalan itu didasarkan oleh hati, jika saat itu hatinya sedang baik, maka
baik pulalah semua amalannya, begitu juga sebaliknya. Dan bertambah kuat pula
iman kita, meskipun terkadang iman itu kadarnya naik turun, iman bertambah
dengan perbuatan baik dan iman pun turun jika sedang melaksanakan maksiat.
Biasakanlah selalu berdzikir karena dzikir adalah
salah satu jalan terdekat untuk menuju Allah dan juga menjadi salah satu tanda
wujud kekuasaan Allah. Hadirkanlah Allah selalu dalam setiap inci langkah kita,
dalam setiap desahan nafas yang kita hirup dan yang kita keluarkan, dalam
setiap ucapan yang kita katakan, dan dalam semua amalan yang akan kita
kerjakan. Siapa yang diberikan kesempatan oleh allah untuk berdzikir, berarti
ia telah diberi sebagian kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, janganlah tinggalakan
dzikir. Janganlah kita tinggalkan dzikir lantaran merasa tidak bisa
berkonsentrasi saat dzikir atau disebabkan oleh bisikan-bisikan syaitan dan
hal-hal yang bersifat duniawi. Jadikanlah dzikir itu sebagai kebiasaan dalam
kehidupan, agar setiap ucapan yang keluar dari mulut kita bermanfaat jauh dari
perkataan yang buruk.
Kelalaian kita
untuk berdzikir kepada-Nya lebih buruk daripada kelalaian kita saat berzikir.
Karena meninggalkan dzikir berarti sama saja menjauhkan diri dari Allah, baik
secara hati maupun lisan. Berbeda halnya dengan lalai saat berdzikir, meski
hatimu jauh dari-Nya, lisanmu tetap dekat dengannya. Oleh karena itu, kita
harus tetap berdzikir kepada Allah walaupun hatimu lalai saat berdzikir. Dengan
dzikir juga dapat membuat hati lebih tenang dan damai. Dalam hal Tasawuf, Hal
ini juga bisa menjadi salah satu terapi dalam penyucian diri, dimana seseorang
selalu berusaha untuk menenangkan hatinya dengan menyebut Allah dan
mengingat-Nya.
Semoga Allah menuntun kita dari dzikir yang disertai
kelalaian menuju zikir yang disertai dengan kesadaran dan konsentrasi, karena
dari dzikir yang disertai dengan kesadaran hati menuju dzikir yang mengantarkan
hati masuk ke hadirat Ilahi. Dengan dzikir meniadakan segala hal selain allah,
bahwasanya Allah lah yang menjadi Maha atas segalanya, atas segala yang ada
dilangit dan dibumi.
Dalam hal ini, salah satu ulama Sufi terdahulu, yakni Ibnu
Athailah juga melarang seorang murid untuk putus asa dan merasa tidak
mungkin sampai pada maqam seperti itu, yakni tempat dimana seseorang telah
merasa dekat dengan Allah. Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.. (Q.S
Ibrahim:20).
Karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan kita sebagai hambanya hanya
wajib melaksanakan sebab-sebab, atau amalan-amalan yang telah dianjurkan bagi
kita, selebihnya semua itu adalah urusan Allah.

Komentar
Posting Komentar