Islam Di Negara Komunis Terkuat Asia Tenggara
Kota
Vientiane merupakan salah satu kota yang berada di negara Laos. Negara ini
pun merupakan salah satu negara dalam
kawasan Indocina, yang mana negara yang termasuk kawasan Indocina adalah
Laos, Vietnam dan Kamboja. Ketiga negara ini termasuk dalam wilayah tersebut
dikarenakan letak geografis negara ini yang saling berdekatan antara satu
dengan yang lainnya, dan juga pengaruh penyebaran keagamaan yang hampir sama. Kawasan
Indocina yang pada awalnya merupakan daerah pembebasan Perancis, dan kawasan
ini pun tak luput dari kebangkitan komunis di Vietnam dan menjalar ke Laos dan
Kamboja. Dan Laos pun menjadi wilayah yang komunis terkuat di wilayah Asia
Tenggara.
Negara
Laos merupakan salah satu negara minoritas di Asia Tenggara, jumlah penganut
agama Islam di negara ini hanya lah berkisar 10 % dari 4,6 juta jiwa, meskipun
Islam dinegara ini termasuk minoritas, namun kedamaian dan jalinan sosial yang
baik dapat kita temukan di negara ini . Dan mayoritas masyarakat di daerah ini
menganut agama Budha, Kristen, Konghucu dan Islam. Sejarah mencatat mengenai negara ini bahwa pada
awalnya terdapat sebuah kerajaan kuno yang terletak di sungai Mekong yang berdiri pada tahun 1591, berkedudukan di
Vientiane. Dan pemimpin yang pertama
kali berkuasa di kerajaan ini bernama Nakeo Koumane yang hanya memerintah
selama 5 tahun yang kemudian diganti oleh sepupunya T’ammikarat yang memerintah
sampai pada tahun 1622. Dalam masa pemerintahan Nakeo Koumane, ia
berhasil menaklukan daerah Luang Prabang dan memeberikan kewajiban pada daerah
yang ia taklukan yakni membayar upeti tahunan kepada kerajaan Laos.
Agama Islam merupakan agama
pendatang yang pertama kali masuk Laos melaluipara pedagang Cina dari Yunan.
Para saudagar Cina ini bukan hanya membawa dagangannya ke Laos, namun juga ke
negara tetangganya, seperti Thailand dan Birma. Pedangan asal China ini dikenal
dengan nama Chin Haw oleh masyarakat Laos.Dari pedagang tersebut, kemudian umat
Islam mulai berkembang dengan membangun tempat ibadah, seperti mendirikan
masjid di Laos. Sebelum Islam masuk, telah ada etnis Lai yang
beradabtasi di negara Laos, seperti etnis Lao atau yang dikenal sebagai
etnis Lao Lum, etnis tersebut yang mendominasi dari kuantitas jumlah
penduduk serta selalu mendominasi dalam aspek pemerintahan.
Islam memasuki kebanyakan wilayah Asia selama abad pertama Hijriah.
Inti komunitas muslim pertama dibangun oleh pedagang dari Arab dan Persia,
terutama pelaut dari Arabia Selatan. Lebih jauh, banyak komunitas minoritas di
negara-negara Asia kenyataannya dulu merupakan negara-negara muslim merdeka
yang digabungkan secara paksa ke dalam entitas non-muslim yang lebih besar.
Lebih dari itu, orang-orang muslim dianiaya ke banyak negara Asia. Berdasarkan
berjalannya waktu, telah banyak peristiwa yang disaksikan oleh umat muslim di
Asia Tenggara sebagai pengalaman empiris yang memiliki makna tersendiri bagi
kehidupan masa depan.
Ketika melihat latar belakang Laos,
maka akan ditemukan pemahaman bahwa negara Laos yang dulunya berbentuk kerajaan
yang dikelola oleh Nanzhao, kemudian diteruskan kembali oleh kerajaan
Lan Xang pada abad ke-14 hingga berkuasa sampai abad 18 dan menguasai Thailand
pada waktu itu, sempat juga wilayah kerajaan ini dikuasai oleh negara Prancis,
serta akhirnya dikuasai juga oleh jepang, yang kemudian memberikan kemerdekaan
kepada kerajaanLaos pada 1949.Telah disebutkan
bahwasanya Penyebaran dan perkembangan Islam di Laos tidak luput dari
penyebaran masyarakat Champa. Dan karena peradaban muslim yang ada di wilayah
ini, khususnya jamaah Muslim India yang mendominasi masjid disekitar kota
Vientiane. Dan khususnya di wilayah ini terdapat dua buah masjid besar, yakni
Masjid Al-Azhar dan Masjid al-Jamia. Jika kita ingin melihat lebih keadaan
muslim di negara ini, kita bisa mendatangi wilayah Vientiane dan Sayaburi yang
mana di wilayah ini komunitas muslim lebih sedikit dibandingkan di wilayah
Vientiane. Di wilayah Vientiane, mereka memiliki masjid besar kebanggaannya
yang letaknya diruas jalan yang terletak dibelakang pusat air mancur Nam Phui.
Masjid ini dibangun dengan gaya neo-Moghul dengan ciri khas berupa menara
dengan gaya Oriental. Masjid ini pun ditulis dalam lima bahasa, yaitu Arab,
Tamil, Lao, Urdu dan Inggris.
Terdapat
beberapa suku muslim yang berada di Laos yang memiliki pengaruh besar terhadap
perkembangan agama Islam, antara lain: Pertama, Muslim Chin Haw yang
pada awalnya merupakan pedagang cina yang berasal dari Yunan yang membawa misi
dakwah dan menjadi pemasok kebutuhan pokok bagi masyarakat di kota. Kedua,
Muslim Labai atau Chulia yang merupakan komunitas muslim yang berasal dari
Selatan India yang masuk ke Laos melalui Saigon dan juga terkenal dengan nama
lainnya yakni Komunitas Muslim Tamil, dan komunitas ini lebih banyak mendiami
Vientiane. Ketiga, Muslim Champ (Kamboja), komunitas ini pada awalnya
merupakan muslim kamboja yang melarikan diri dari negaranya akibat adanya rezim
Pol Pot yang berusaha dalam pembersihan massal etnis Kamboja Cham
Muslim.
Meskipun Islam merupakan agama minoritas dan mayoritas
Laos ini merupakan penganut Budha yang taat, namun toleransi beragama antara
satu agama dengan agama lainnya sangat baik, dikarenakan juga Islam mampu
memberikan pemahaman lebih terhadap kehidupan universal, misalnya ketika adzan
berkumandang di sekitar masjid di daerah tersebut, tak ada satupun dari mereka
yang merasa terganggu, khususnya wilayah Vientiane. Jika melihat perkembangan
Islam di daerah ini belum lah bisa menyebar dengan cepat, dikarenakan
masyarakat yang minoritas serta juga masih dibawa pemerintahan yang cenderung
pada komunis.
Dengan
semua hambatan yang dialaminya, ini semua
dapat terlaksanakan dengancara bertahap, dimana Islam telah menjadi bagian yang
tidak dapat dipisahkan dari adat, budaya dan jiwa Muslim,khususnya wilayah Asia
Tenggara. Dan juga perlu adanya penguatan basis Islam kultural, yaitu dengan
cara membudayakan Islam ke tengah-tengah
masyarakat tanpa melihat kelompok manapun. Selanjutnya, dilihat dari berbagai
kekuatan dan kelemahan umat Islam di Negara ini, maka salah satu peluangyang
dapat dilakukan umat Islam yaitu dengan penguatan internal atau pemaksimalan
konstitusi yang terbuka bagi perkembangan Islam bagi negara Laos sendiri, dan
dengan ini juga agama Islam harus menunjukkan bahwasanya agama ini memiliki
tingkat toleransi yang kuat dengan masyarakat lainnya.
Komentar
Posting Komentar